Hmm.. Ada di antara Anda yang sudah pernah melihat atau mendengar nama ini? Beliau adalah salah satu dosen senior di jurusan saya. Pak Raka - begitu panggilan para mahasiswa padanya - adalah seorang yang ahli di bidang kepemimpinan. Beliau juga sering diminta untuk menjadi konsultan atau menjadi pembicara dalam sebuah seminar.
Selama satu semester ini, setiap hari Senin pagi jam 6.30 WIB saya sedapat mungkin sudah berada di dalam ruang kuliah ‘Manajemen Inovasi’ di mana beliau menjadi dosen pengajar matakuliah tersebut. Kuliah pukul 6.30 pagi? Kalau dipikir-pikir buat apa juga saya bela-belain bangun pagi cuma untuk ikut kuliah ini? Toh saya masih boleh masuk 30 menit menjelang kuliahnya selesai. Dengan kata lain, Pak Raka run tidak menuntut para mahasiswanya untuk datang tepat waktu. Ia membebaskan kami semua untuk datang kapan saja. Namun, ada satu hal yang membuat saya kagum pada beliau. Beliau SELALU datang tepat waktu pukul 6.30 pagi.
Yap! Pelajaran pertama, datanglah tepat waktu di setiap acara yang memang membutuhkan ketepatan waktu. Pak Raka bahkan pernah mengaku belum mandi hanya agar bisa memberikan kuliah pagi tersebut. Bayangkan berapa dosen yang memiliki komitmen sebesar itu. Jumlahnya mungkin masih bisa dihitung dengan jari di setiap kampus. Walaupun ia menilai belum banyak mahasiswa yang hadir ketika ia sudah datang, ia tetap mulai mengajar. Suatu saat ketika diadakan kuis yang telah diberitahukan sebelumnya, ruangan kuliah dipenuhi mahasiswa. Melihat hal itu, beliau bertanya, "Mengapa kalau hari kuliah ruangannya tidak bisa penuh seperti sekarang?"
Kedua, Pak Raka adalah orang yang selalu menghargai orang lain, bahkan mahasiswanya sendiri. Pada suatu saat di jam kuliah, beliau menerima telepon masuk pada handphone-nya. Dari nada bicaranya, penelepon sepertinya adalah salah satu dari kliennya. Saya mendengar beliau berbicara seperti ini, "Lima menit lagi saya telpon Anda. Saya sedang ngasih kuliah." Tidak berapa lama kemudian, ia menutup handphone-nya, kemudian kembali memberi kuliah kepada mahasiswanya. Hal ini bertolak belakang dengan beberapa dosen di jurusan saya.
Ketiga, beliau selalu memberikan kuliah dengan semangat. Mungkin banyak juga dosen yang mengajar seperti ini. Tapi, ada hal yang sulit dijelaskan yang membuat saya rela bangun pagi dan datang ke kuliah ‘Manajemen Inovasi’ ini. beliau memiliki suatu kharisma disertai dengan karakter yang kuat yang dapat menarik perhatian orang lain. Saya tidak merasa rugi mengurangi jam tidur saya dengan bangun pagi.
Keempat, beliau seringkali membagikan berbagai pengalaman hidupnya kepada para mahasiswanya. Pada saat kuliah, beliau sering bercerita mengenai perjalanannya ke suatu negara, pengalaman ketika menjadi pembicara di sebuah seminar, dan sebagainya, serta mengaitkannya dengan materi kuliah yang sedang diajarkan.
Sebenarnya, masih banyak lagi hal yang membuat saya kagum pada beliau. Tapi, bila diceritakan semuanya, pasti tidak akan cukup dalam posting kali ini. Ada rasa kehilangan ketika beliau memberikan kuliah terakhirnya beberapa minggu yang lalu. Ketika beliau selesai memberikan kuliah, seluruh mahasiswa dengan spontan bertepuk tangan. Beliau membuat para mahasiswa hormat dan kagum padanya.
Sayang sekali, tahun ini sepertinya menjadi tahun terakhir beliau mengajar di kampus saya. Semoga saya masih dapat mendengar pembicaraan atau membaca tulisan beliau di masa yang akan datang.